Tag Archives: my story

“Froyo Passy”

25 May

Ok, I don’t really know what title I should write for this entry, so I decide to write “Froyo Passy” which means “Passion for Froyo”!!! Hahahaha… (maksa yah :P )

This is my first day to be on my own, me and “Lola” have arranged new shift for both of us :) I thank God today both machine has worked well! The other machine has been delivered an hour ago, and now Lilo Froyo is back again with four flavours (I call it as “The Mighty Four” :P )

I stumble on one blog http://frozenyogurtblog.com/, an online journal about ‘starting a frozen yoghurt business’. I enjoy reading it, because I can relate much to the owner in all the process he’s been through. I thank God to stumble on his blog so I know “I’m not alone” :P

I was tempted a bit to also create a blog telling stories about what happens in my shop, but for now I think I don’t have the time to update it everyday, and I still want to focus on this more personal blog ^^

A bit story to share…

On Saturday our only machine broke down (the other one had been taken to the factory to be fixed and it’s only delivered just now). Have to ‘survive’ several days with only limited flavors for me wasn’t really ‘fun’ plus that machine started to make its own problem! Oh, plus I had to apologize to a group of people who had visit our shop but failed to be served with our froyo (so sorry for that guys…). We had to close our shop earlier that day. Yesterday, I came with a full hope that the machine had been back to normal, but was disappointed to see it was still broke down… So yesterday we didn’t open at all.

Well, on the other hand indeed I had spare time I could use to do other things (chaos in my house!!! lots of things have to be cleaned huhuhu… “full time housewife” and work surely not an easy thing huh… salute to those women who could manage well -the house, the work, the marriage life- :) ), and I really thank God for the unexpected ‘lesiure time’.. but on the other side, I don’t want to lose my passion in doing this business… Passion is a very important ingredient in doing everything! I don’t want to be lazy!

I asked God what really happened with all the machine problems and to be honest, I did feel maybe God was punishing me… but I know that isn’t true! Wrong things could happen but God never intend to harm or punish us! A loving God will never do such thing! So I thank God for the faith that He’s given me is larger than my negative/”suspicious” thoughts about Him!

Then this morning I’ve finally understood God’s purpose in allowing me to experience these last days, in which I really realized I have no control over the situation…

I’ve been praying, asking for a greater dependance unto Him, a humble heart that can see what Jesus saw when He said “I could do nothing by Myself, I am nothing without God the Father”.. a heart that truly able to see I am weak without Him!

And I realize the simple experience I’ve just had is just God’s way to show that I have no control in every situation, only He has!!

When I tried to fix things with my own strength then it failed, God showed me that my ONLY resource has to be HIM! Not the last resource, but the ONLY one!

I learn from this simple experience indeed a valuable lesson!

Thank You Lord for revealing Your heart and letting me to understand Your purpose in me… Forgive my proudful heart… forgive my self sufficiency… forgive my ‘all-knowing’ acts when in fact I know nothing! Thank You for loving me through all my weaknesses and failures… teach me to love others with the same way, Lord..

Love You!

Ngobrol-Ngobrol Soal Novel (Dikit aja)…. :)

23 Apr

Hellowwww…

So here I am, sitting down here facing a white wall in my own room with two boxes full of CDs and a sweet frog doll present from my friend at my left side…thinking it’s been a long time since the last time I updated my blog… ukhhhh…

I still regularly updating my Facebook notes though (walo sempet MIA-Missing in Action-for a month :P ). Biasanya entry dr FB Note itu bakal aku copas kesini, tp utk bbrp entry blman sih hehe.. Sehrsnya isi blog ini jg lebih personal kali ya..meaning ga hrs sama ma entry2 di note Facebook tp disini lbh ada sedikit ‘sentuhan pribadi’…hihihi… Kayanya jg lebih jarang visitors yg buka nih blog dibanding buka my Facebook page (bener ga sih? rasanya sih iya hahaha) jdnya lebih aman buat share lil bit more personal things disini (kaya mo share apaan aja yah hehehe)..n’ disini kl ada yg mo ksh comment kan msh tetep bisa ;)

Entry kali ini emang byk ngobrol ngalor ngidul aja deh ya…

Hmmm… Begini…. Skrg ini aku lg in progress of writing a novel…. (yeyyyy *ada applause as background sound, applause dr diri gw sndr hahaha :P ).. Mulainya sih baru kira2 2 mingguan lalu deh… It is my dream to write a book since 2007, tp akhirnya br skrg bener2 dijalanin… Bukan krn males ato ga brani sih, tp simply krn idenya jg br dapetnya skrg!! hehehe… Tiba2 aja one day that idea came up, sbnrnya jg input dr my lovely bf sih hehe… Pas di-pkr2 bener juga yah… Intinya kan write on smt that I am familiar with… Smt yg diambil atau ditulis dr personal experience biasanya kan jg lbh bs dijiwai yah….

So, jadi deh ide buku ini muncul… (skrg ini udah sampe Chapter 5, sampe brp chapter nih buku bakalan? Aku sndr honestly blm tau, let the fingers type as well as the heart follows *cieeehhhhh…hahahaha…). Yg pasti aku jg udah doa buat inspirasi dan ide2 kreatif dr Holy Spirit, cos this is meant to be a Christian novel meski msh masuk kategori fiksi…

 

This novel will tell a story about a woman at mid 30s, working as a columnist at an international Christian magazine in Jakarta. She has a wonderful husband and one very loveable daughter.

Ceritanya akan berkisar seputar her past, how her relationship with her mom and dad brought her to this stage, as well as her present, konflik2 yg msh dia hrs hadapi yg berkaitan banyak dgn orgtuanya especially her mother.

As u may see, critanya bakal banyak revolved around family life and marriage. Pain, sadness, betrayal, unfaithfulness. Itu smua bkn pilihan si wanita ini, tp memang ga bs dihindari cos she’s still living in this corrupted world.

Wowww… now as I’m writing this, I think I’m ready to write a short preview about this novel soon hahaha… (rough idea-nya slm ini br ada di kepala sndr, tp pengen jg kan ksh short preview-nya gitu ke temen2 biar mrk bs lbh anticipated nungguinnya hihihi :P ).. Jd nanti kl udah slesai ditls, preview-nya bakal aku post disini yah ;) Yg diatas td br sekedar ‘obrolan’ hehehe…

Hmmm…

Segitu dl deh kali ini, ngobrol ngalor ngidul aja soal novel milik sndr..hahaha… Mau mandi dl nih habis itu nungguin roti bakar pesenan dateng pas dd aku udah plg jg (coklat keju ma kornet telor :P )… Td br ikutan nonton “Race to Witch Mountain” ma dia n cwnya (dia blg gw jd ‘kecoak’, udah bukan nyamuk lg >.< hahaha…)

 

Ciaooooooo… :P

The Discovered Truth Of Her

22 Jan

olivia

Olivia tidak tahu apakah ia seharusnya bergembira atau sedih. Kabar yang baru saja ia dengar seakan tidak ia percayai. Bagaimana mungkin dirinya ternyata adalah anak seorang pengusaha kaya raya dari negeri seberang itu? Bukan cuma seorang pengusaha, tetapi milyuner! Kabar yang pernah ia dengar, kekayaan orang itu begitu berlimpah sampai tidak terhitung jumlahnya, bahkan ia merupakan orang terkaya di negeri seberang itu!

 

Olivia sendiri tidak terlalu tahu menahu tentang orang itu dan juga mengenai negeri dimana ia berasal. Selama ini ia hanya mendengar dari berita dan tidak pernah sekalipun ia menyangka bahwa ternyata sosok yang sangat dihormati itu adalah ayahnya!

“Apakah engkau yakin, Mary, kalau ia sungguh ayah kandungku?”
Sosok perempuan setengah baya di depannya itu mengangguk dengan yakin. “Ya, Olivia. Sejak engkau dilahirkan engkau dititipkan disini. Sebenarnya ayah kandungmu sudah berpesan sekian lama untuk aku mengatakan kebenaran ini pada saat engkau sudah beranjak dewasa dan telah dapat berpikir dengan akal budimu sendiri. Ia sudah berkata sejak dulu padaku bahwa kapan pun engkau dapat datang menemuinya…”
“Lalu mengapa engkau baru mengatakannya padaku sekarang, Mary? Dan kenapa orangtuaku sendiri tidak pernah mengatakannya padaku?”
“Selama bertahun-tahun aku selalu berpikir bahwa aku harus menunggu untuk saat yang tepat untuk mengatakannya… namun ternyata aku disadarkan bahwa tidak pernah ada yang dinamakan ‘saat yang tepat’ untuk menyampaikan kebenaran ini… kesempatan itu selalu ada, tetapi aku yang selalu menghindarinya Olivia… Maafkan aku…”

 

Olivia masih merenung, berusaha meresapi kata demi kata yang diucapkan oleh Mary yang telah dikenalnya sejak delapan tahun yang lalu ini. Mary adalah guru terbaik yang pernah dikenalnya sejak ia masih kecil hingga sekarang ia telah menjadi seorang gadis dewasa. Ia berbeda dengan guru-guru lainnya yang acuh tak acuh pada murid-muridnya. Mary selalu menyapa setiap muridnya dengan senyum yang hangat. Ia selalu menawarkan bantuan pada saat ada orang yang membutuhkannya. Bukan saja hanya berbasa-basi, tapi ia sungguh-sungguh melakukannya dengan mengorbankan waktu bersantainya.

 

“Jadi yang selama ini engkau sebut-sebut sebagai rahasia berharga yang terpendam itu, maksudnya adalah ini?”
Mary mengangguk dengan pelan. Ada rasa malu mengapa ia harus menutupinya selama ini namun ia juga bahagia pada akhirnya ia telah menyampaikan rahasia yang sesungguhnya tersebut. Sekarang adalah keputusan Olivia sendiri apakah ia mau menerima kebenaran itu atau tidak.
“Dan… kenapa orangtuaku tidak pernah mengatakannya padaku, Mary?”
“Mereka tentu tidak mau kalau engkau pergi dari mereka Olivia. Mereka tahu kalau engkau mengetahui siapa keluargamu sesungguhnya, engkau akan lebih memilih keluargamu itu daripada mereka”
“Hanya karena keluargaku yang sebenarnya itu kaya raya?”
“Bukan cuma itu Olivia…..”
“Kenapa?” tanya Olivia lagi dengan rasa penasaran.

“Karena mereka tidak ingin engkau tahu siapa yang sesungguhnya menyayangimu dengan kasih yang sempurna selama ini…”

“Maksudmu Mary…?”
“Sebenarnya engkau bisa bersekolah sampai sekarang juga karena ayah kandungmu yang membiayaimu… Ia yang sebenarnya selalu menjagamu. Yang kau panggil sebagai ayah dan ibu sekarang ini tidak lebih dari orang asing yang sesungguhnya tidak engkau kenal”
“Betulkah..? Aku pikir aku kenal dengan mereka… Bukankah aku bertemu dengan mereka tiap hari semenjak aku kecil dan mereka selalu memperhatikan kebutuhanku?”
“Olivia, pada saat engkau ingin baju baru atau buku sekolah yang penting, mereka meminjamkan uang mereka untuk engkau pakai dan pada batas waktu tertentu mereka menuntut engkau untuk mengembalikannya bukan?”

 

Olivia menundukkan kepalanya. Hal itu memang benar. Olivia sering bercerita membagikan kisah hidupnya pada Mary karena itu Mary tahu persis situasi dan kondisi keluarga Olivia yang sebenarnya. Olivia memang mengambil kerja paruh waktu untuk menghasilkan uang sendiri yang sebagian besar untuk ‘membayar kembali’ kebaikan orangtuanya itu.

 

“Tapi Mary, ada beberapa barang berharga yang aku miliki yang tersimpan di dalam lemari bajuku tanpa aku ketahui siapa yang memberikannya. Di antaranya adalah kalung dengan inisial namaku ini…”
Olivia berkata sambil menunjukkannya pada Mary. Kalung itu begitu indah, berinisialkan “O” dengan batu permata berwarna keunguan yang memukau. Di belakangnya terukir namanya, “Olivia”.
“…Seingatku aku telah memakainya sejak kecil. Orangtuaku pernah memintanya padaku beberapa kali sebagai bayaran untuk uang yang telah aku pinjam dari mereka. Tapi aku tidak pernah memperbolehkannya karena ini adalah barang kesayanganku dan aku selalu bilang kalau aku akan berkerja dengan lebih giat lagi biar aku bisa membayar mereka tepat waktu. Apapun itu asal bukan kalung ini”

 

“Pertahankan itu Olivia. Tindakanmu selama ini sudah benar. Itu adalah milikmu yang paling berharga karena itu adalah pemberian dari ayah kandungmu. Kalung itu yang menandakan bahwa engkau adalah anak kandungnya”
Mata Olivia berbinar-binar.
“Betulkah, Mary?”
Mary mengangguk dan tersenyum.

 

“Jadi.. selama ini adalah benar bahwa ayahku yang sesungguhnya yang selalu memperhatikanku…” ucap Olivia dengan pelan namun tersirat rasa terima kasih di dalamnya.
“Mary, pantas aku selalu merasa ada yang kurang. Aku tidak pernah merasa puas dengan kasih sayang dari mereka yang dari dulu aku anggap sebagai orangtuaku selama ini. Entah kenapa aku bisa merasakannya, Mary. Di saat aku bahagia, aku tetap merasa mereka tidak dapat mengerti perasaanku. Di saat aku sedih, aku semakin merasa ada celah yang kosong dalam hatiku yang seharusnya dapat diisi oleh sesuatu… atau seseorang… Tapi aku tetap merasa bukan mereka… Aku tidak tahu jawabannya, tidak sampai sekarang…”
Mary meraih pundak Olivia dengan lembut. Olivia menyenderkan kepalanya pada pundak wanita yang amat dipercayainya itu.
“Apa yang ada di hatimu itu tidak pernah berbohong Olivia… Yang dapat memenuhi celah kosong di hatimu itu hanyalah ayah kandungmu. Karena hanya ia yang mampu memberikanmu kasih yang sempurna itu, yang sesungguhnya selama ini telah engkau rasakan, namun engkau hanya belum tahu kebenaran itu…”

 

Hening. Olivia hanya dapat terdiam. Di dalam ruangan kecil di rumahnya itulah semuanya baru terungkap. Kebenaran yang selama bertahun-tahun tidak pernah ia ketahui. Ia bersyukur akhirnya Mary memberitahukan hal itu padanya. Di tengah keheningan itu tiba-tiba hati hati Olivia terhentak. Ia kembali menegakkan kepalanya yang sebelumnya disenderkan di pundak Mary. Dirinya sekarang sudah mengetahui kebenaran itu dan ia tahu ada langkah selanjutnya yang harus ia buat.Ia harus membuat keputusan.

 

Akankah Olivia menemui ayah kandungnya? Beranikah ia menempuh perjalanan ke negeri seberang untuk menemuinya? Apa yang akan ia lakukan jika ia sudah bertemu dengan ayahnya? Mengapa ayahnya meninggalkannya pada waktu ia lahir?

 

Atau apakah ia akan bersikap pura-pura tidak tahu dan kembali ke kehidupan yang sebelumnya bersama orangtuanya? Memang ia masih harus berkerja kembali untuk membayar jasa orangtuanya, tapi bukankah dia sudah terbiasa dengan cara hidup seperti itu setelah sekian tahun?

Tapi….

 

Jika benar hanya ayah kandungnya yang sanggup mengisi celah kosong di hatinya selama ini…… Jika benar hanya ayah kandungnya yang dapat memberikan kasih yang sempurna itu…..

 

Olivia terdiam memikirkan keputusan yang akan diambilnya.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.